Lampung info

LAMPUNG INFO

Sekilas tentang Lampung

Letak geografi

Iklim

Sejarah Lampung

Adat dan Istiadat

Kerajinan Lampung

Museum Sang Bumi Ruwa Jurai

Kepulauan Krakatau

Bagaimana mencapai AG

Website Dinas Investasi, Kebudayaan dan Pariwisata

www.visitlampung.com

Website Pemerintah Propinsi Lampung

www.lampung.go.id

Sekilas tentang Lampung
Nama Propinsi ini diambil/berasal dari nama suku asli yang mendiami wilayah Propinsi Lampung ini.

Sebelum kemerdekaan, Lampung merupakan wilayah yang dipimpin oleh Seorang Residen dan status daerah sebagai keresidenan (Residentie Lampoengsche Districten) dengan beberapa afdeling (Afdeling Teloekbetoeng, Afdeling Metro dan Afdeling Kotabumi).

Sebelum Lampung terbentuk menjadi Propinsi, daerah ini menjadi bagian dari Propinsi Sumatera Selatan.

Pada Tanggal 24 maret 1964, Melalui Undang –Undang Nomor 14 Tahun 1964, Teluk Betung, dengan 3 kabupaten yaitu: kabupaten Lampung Selatan, kabupaten Lampung Tengah dan kabupaten Lampung Utara.

Sesuai dengan perkembangan daerah, dan pertumbuhan penduduk, efektivitas serta kehidupan demokrasi yang dinamis, Propinsi Lampung pada awal tahun 2000, terbagi dalam 10 kabupaten/kota.

Beberapa kota yang berasal dari daerah transmigrasi sejak pertama dilaksanakan tahun 1905 telah berkembang dengan amat pesat seperti Metro, Pringsewu/Bambu Seribu dan Way Jepara serta Sribhawono.

Desa-desa/kota tua/kota lama dengan ciri kehidupan tradisional masih dapat dijumpai seperti Sukadana, Menggala, Kenali, Liwa, Blambangan Umpu, dll.

Sebagian dari Kota-kota tersebut menjadi Ibukota kabupaten. Penduduk Lampung pada awal Tahun 2000 berjumlah – 7 juta jiwa.

<> Hasil sensus penduduk tahun 1990 berjumlah 6.017.573 jiwa. Diantara 10 kabupaten/kota jumlah penduduk yang terbanyak pada Lampung Tengah dengan 1.901.630 jiwa, sedangkan untuk kepadatan penduduk terdapat di Kota Bandar lampung 3.763 jiwa/Km2

Letak Geografi

Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelago) terbesar di dunia, terdapat beberapa pulau besar membentang dari barat sampai ke timur sepanjang 5100 KM. Sumatera merupakan pulau besar yang terletak paling barat, dimana Propinsi Lampung berada.

 

Dari 9 propinsi yang terdapat di Sumatera, Lampung menempati posisi di ujung selatan Sumatera berbatasan dengan Pulau Jawa (Propinsi Banten) dengan luas wilayah sekitar 35.376 KM2. Dari luas wilayah (daratan) tersebut, termasuk 54 pulau-pulau kecil yang berada pada dua buah teluk besar yaitu Teluk Lampung dan Teluk Semangka.

Penduduk Lampung berjumlah 7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 80 % berasal dari luar Lampung. Pertumbuhan penduduk

Iklim
Iklim di daerah Lampung umumnya sama seperti daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Lampung yang terletak dibawah khatulistiwa 5 Lintang Selatan yang mempunyai iklim tropis humid dengan angin laut lembab yang bertiup dari Samudera Hindia mempunyai dua musim setiap tahunnya dan dengan kelembaban udara rata-rata berkisar 80 – 88 %.
Dua musim tersebut adalah:
  • Pada bulan Nopember sampai Maret angin bertiup dari arah Barat dan Barat Laut
  • Sedang pada bulan Juli sampai bulan Agustus angin bertiup dari arah Timur dan Tenggara.

Suhu-suhu daerah Lampung pada daerah dataran dengan ketinggian sampai 60 m rata-rata berkisar antara 26 – 28 C untuk suhu maksimum (yang jarang dialami adalah suhu 33 C) dan suhu minimum 22 C.

Beberapa lokasi / daerah mempunyai iklim sejuk adalah : Kota Liwa, daerah perkebunan kopi dan sayuran Sekincau Lampung Barat, dengan suhu berkisar 15 – 22 C serta daerah Talang Padang dan Gisting terletak di kaki Gunung Tanggamus Kabupaten Tanggamus.
Sejarah Lampung
Sejarah Lampung dimulai sejak zaman Hindu/Animis yang berlangsung s/d awal abad ke XVI. Sistem kebudayaan yang berasal dari luar termasuk Hindu dan Budha, tetapi yang dominan adalah tradisi asli dari zaman Malayu-Polynesia.

Daerah Lampung telah lama dikenal orang luar pada permulaan tahun masehi sebagai tempat orang-orang lautan mencari hasil hutan, terbukti dengan diketemukannya berbagai bahan keramik dari zaman Han (206 - 220 SM) dan akhir zaman Han (abad ke II s/d VII) juga dari zaman Ming (1368 - 1643).

Menurut berita dari negeri Cina (China Chronicle) abad ke VII, dikatakan bahwa di daerah selatan (Nam-phang) terdapat kerajaan yang disebut "To Lang P'owang" (To = orang, Lang P'owang  = Lampung).

Telah dapat dipastikan bahwa Lampung telah didiami manusia sejak zaman prasejarah berabad-abad yang lalu.Hal ini terbukti dari penemuan peninggalan-peninggalan sejarah atau budaya dalam bentuk patung-patung, pahatan bercorak megalitik di sekitar Putawiwitan, Sumberjaya, Kenali, Batubedil dan di kecamatan Sekampung Udik (Pugung Raharjo).

Pada daerah-daerah tertentu terdapat peninggalan yang menunjukan bahwa Lampung berada dibawah Kerajaan maritim terbesar kala itu, Kerajaan Sriwidjaya. Prasasti Palas Pasema dan Prasasti Batubedil di daerah Tanggamus merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya pada sekitar abad VII. Kerajaan-kerajaan Tulang Bawang dan Skalabrak diduga pernah berdiri pada sekitar abad VII - VIII. Pusat Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan terletak di sekitar Menggala/Sungai Tulang Bawang sampai Pagar Dewa.

Adat dan Istiadat

Masyarakat adat Lampung berdasarkan lokasi kediamannya dapat dibedakan menjadi 2 yakni :
  • Masyarakat Lampung Peminggir/Sebatin.
  • Masyarakat Lampung Pedalaman/Pepadun

Masyarakat Lampung Pepadun masih sangat kuat memegang adat istiadat warisan lama, sedangkan masyarakat Lampung Peminggir akibat hubungan dan pengaruh dari luar, tidak begitu ketat, meskipun demikian dalam beberapa hal adat istiadat aslinya masih terlihat. Dalam adat masyarakat Lampung terdapat pemimpin :

  • Penyimbang Pangkat, yakni Penyimbang Yang membentuk kepenyimbangan tersendiri dengan masyarakat tertentu.
  • Penyimbang Adat, adalah penyimbang keturunan para pendiri marga,   tiyuhdan suku. 

Perwatin Adat dan Mufakat (Carom) pada masyarakat merupakan majelis tertinggi adat yang memutuskan segala macam masalah adat, yang diketuai oleh Penyimbang.

Pada tahun 1928 Pemerintah Hindia Belanda mengatur kembali Struktur persekutuan Hukum adat yang berbentuk Marga, melalui Marga Reglement voor de Lampoengsche Districten, sehingga di Lampung terdapat 83 marga. Sebanyak 78 Marga dari 83 marga yang disebut diatas merupakan marga mayoritas berpenduduk Lampung asli.

Kerajinan Lampung

Suatu makna tertentu sering kali dijumpai pada corak busana suku-suku bangsa di Indonesia. Adapun motif-motif dari corak pakaian tersebut umumnya berupa lukisan, motif dalam bentuk yang sederhana dan menimbulkan kesan tersendiri.

Corak dan motif pakaian di Sumatera bagian selatan bisanya terbuat dari bahan katun yang tidak diwarnakan atau kadang-kadang berwarna terang dijalin dengan rajutan timbul warna-warna merah, biru dan krim membentuk gambar-gambar kapal, rumah tradisional, kuda, manusia bahkan kadang-kadang gajah. Akan tetapi motif yang lama adalah bentuk-bentuk kapal. Bentuk motif kain ini yang kadang disebut Kain Kapal.

Museum Sang Bumi Ruwa Jurai

Museum Lampung adalah salah satu tempat tujuan wisata sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian dan rekreasi. Terletak di jalan Z.A Pagar Alam 5 Km disebelah utara pusat Kota Tanjung Karang dan hanya 400 meter dari terminal Bus Rajabasa.

Koleksi yang dapat dijumpai adalah benda-benda hasil karya seni, keramik antik dari negeri Siam dan China pada zaman Dinasti Ming, stempel dan mata uang kuno pada masa penjajahan Belanda dll.

Koleksi –koleksi tersebut berjumlah 2.893 buah meliputi benda-benda Geologi, Biologi, Etnografi, Arkeologi, Seni rupa dan lainya.

Museum Sang Bumi Ruwa Jurai dibuka setiap hari kecuali Hari Senin dan Hari-hari Besar.
Hari Senin s/d  Kamis 08.00 13.00 WIB
Hari Jumat 08.00 10.00 WIB
Hari Sabtu 08.00 12.00 WIB
Hari Minggu 08.00 12.00 WIB
Kepulauan Krakatau
Krakatau merupakan sebuah kepulauan yang terdiri dari 4 pulau yaitu Pulau Sertung, Pulau Krakatau Besar (Pulau Rakata), Pulau Krakatau Kecil (Pulau Panjang) dan Pulau Anak Krakatau. Yang muncul di tengah ketiga pulau lainnya pada tahun 1927 atau 44 tahun setelah letusan dahsyat yang mengguncangkan dunia pada tahun 1883.

Diantara keempat pulau tersebut, saat ini yang masih aktif sebagai gunung berapi adalah Pulau Anak Krakatau. Kadangkala Anak Krakatau bisa meletus dengan selang waktu 15 – 30 menit.

Sisa-sisa letusan dan alam sekitarnya dapat dilihat dari puncak, terlebih dikala matahari akan terbenam merupakan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.

Krakatau merupakan kepulauan yang tidak berpenduduk dan kini banyak wisatawan yang mengadakan pendakian dan penelitian di Pulau Anak Krakatau yang setiap tahun bertambah tinggi.

Bagaimana mencapai AG